Tentang Kami
Sentral Mocaf Kabupaten Pringsewu
Provinsi Lampung: Gerbang Sumatera dan Ekonomi Unggulan
Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di bagian paling selatan Pulau Sumatera dan berperan strategis sebagai gerbang utama penghubung antara Pulau Jawa dan Sumatera melalui Pelabuhan Bakauheni. Secara administratif, provinsi ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1964 dengan ibu kota di Bandar Lampung, memiliki luas wilayah sekitar 35.000 km² dan jumlah penduduk lebih dari 9 juta jiwa. Lampung dikenal sebagai daerah agraris dengan komoditas unggulan seperti singkong, jagung, kopi robusta, dan lada yang berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah dan nasional. Selain itu, Lampung juga memiliki potensi besar di sektor pariwisata dan konservasi, salah satunya Taman Nasional Way Kambas yang menjadi habitat gajah Sumatera serta destinasi wisata alam unggulan, sehingga menjadikan Provinsi Lampung sebagai wilayah penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan konektivitas nasional di Indonesia.
Pringsewu, Sentra MOCAF dan Inovasi Pangan Lokal
Kabupaten Pringsewu merupakan salah satu daerah otonom di Provinsi Lampung yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2008 dan diresmikan pada tahun 2009 sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Tanggamus, dengan luas wilayah sekitar 625 km² serta jarak ±37 km dari Bandar Lampung; nama “Pringsewu” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti “Seribu Bambu”. Kabupaten ini memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya komoditas padi dan singkong, serta terus berkembang dalam sektor UMKM dan industri pangan lokal, salah satunya melalui inovasi MOCAF (Modified Cassava Flour), yaitu tepung singkong hasil fermentasi yang menjadi alternatif pengganti tepung terigu sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi hasil pertanian masyarakat serta mendukung ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal.
H. Riyanto Pamungkas, Penggerak MOCAF Pringsewu
Pada tahun 2026, Kabupaten Pringsewu dipimpin oleh Riyanto Pamungkas sebagai Bupati periode 2025–2030, didampingi Wakil Bupati Umi Laila, dengan fokus pada pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Pemerintah daerah memprioritaskan pengembangan sektor pertanian dan industri olahan, khususnya komoditas singkong yang diolah menjadi produk bernilai tambah seperti MOCAF (Modified Cassava Flour), sekaligus mendorong pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan UMKM guna mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan daya saing berbasis sumber daya lokal.
Prof. Ir. Achmad Subagio, M.Agr., Ph.D., Pengembang MOCAF di Indonesia
Prof. Dr. Ir. Achmad Subagio, M.Agr. merupakan akademisi dan Guru Besar di bidang teknologi pangan yang dikenal sebagai pengembang inovasi MOCAF (Modified Cassava Flour) di Indonesia, yaitu tepung berbahan dasar singkong yang diproses melalui fermentasi menggunakan mikroorganisme sehingga menghasilkan kualitas lebih unggul dibanding tepung singkong biasa, seperti warna lebih putih, aroma netral, dan tekstur yang mendekati tepung terigu; inovasi ini menjadi solusi strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor gandum. Di Kabupaten Pringsewu, pengembangan MOCAF menjadi upaya penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas singkong lokal, mendorong diversifikasi pangan, memperkuat UMKM, serta mengembangkan industri pangan berbasis bahan baku lokal, sehingga MOCAF tidak hanya menjadi alternatif tepung yang sehat dan ekonomis, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan pemberdayaan masyarakat.
Sertifikat Produk
Halal Indonesia
Bebas Gluten
Badan POM